MPPL - Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.
Penyebab kegagalan rekayasa perangkat lunak adalah :
- Perencanaan yang tidak realistik, terlalu optimis dalam perhitungan.
- Sistem pemantauan kerja yang tidak berjalan dengan seharusnya.
- Perubahan kebutuhan.
Ada resiko yang terlihat lebih penting dari pada resiko lainnya. Baik penting atau tidaknya resiko tergantung pada resiko tersebut, pengaruhnya pada aktivitas tertentu dan kekeritisan aktivitas tersebut. Untuk mengurangi bahaya tersebut maka harus ada jaminan untuk meminimalkan resiko atau paling tidak mendistribusikan selama pengembangan.
Resiko dalam perangkat lunak memiliki dua karakteristik :
- Uncertainty : tidak ada resiko yang 100% pasti muncul.
- Loss : resiko berimbas pada kehilangan.
Dan resiko memiliki tiga kategori :
- Resiko proyek : berefek pada perencanaan proyek.
- Resiko teknikal : berefek pada kualitas dan waktu pembuatan perangkat lunak.
- Resiko bisnis : berefek pada nilai jual produk
Identifikasi Resiko Proyek Pembuatan Sistem Informasi PT. Yonote
No
|
Risiko
|
Jenis Risiko
|
Kategori (check list risiko)
|
Usaha yang dilakukan
|
1
|
Dokumentasi tidak detail.
|
Risiko yang sudah diketahui
|
Resiko proyek
|
Melakukan validasi mereview ulang.
|
2
|
Waktu pengerjaan lebih lama dari yang direncanakan
|
Resiko yang dapat diramalkan
|
Resiko proyek
Resiko teknikal
Resiko bisnis
|
Memastikan milestone dilaksanakan sesuai dengan jadwalnya, jika tidak maka setiap stakeholder yang terkait harus menerima risiko agar bisa mengembalikan sesuai jadwal, seperti lembur.
|
3
|
Server tidak kuat menangani banyaknya permintaan
|
Risiko yang dapat diramalkan
|
Resiko teknikal
|
Melakukan peningkatan spesifikasi server dan mendistribusikan server sehingga operasi tidak dilakukan oleh satu server.
|
4
|
User Interface (UI) yang kurang user-friendly
|
Risiko yang dapat diramalkan
|
- Risiko teknikal
|
Melakukan teknik validasi UI dengan prototyping, bekerja sama dengan pengguna sebagai tester.
|
5
|
Server rusak
|
Risiko yang tidak diharapkan
|
- Resiko proyek
Resiko teknikal
|
Back up data dari satu server ke server lain yang merupakan replikasi server utama.
|
6
|
Terjadi hal yang tidak di inginkan pada developer saat pengerjaan.
|
Risiko yang tidak diharapkan
|
- Resiko proyek
|
Mengatur waktu kerja seefektif mungkin untuk menghindari kerja berlebihan dan stress
|
Analisa Resiko
Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subyektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman. Beberapa risiko memang mudah untuk diukur, namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi. Sehingga, pada tahap ini sangtalah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen risiko. Kesulitan dalam pengukuran risiko adalah menentukan kemungkinan terjadi suatu risiko karena informasi statistik tidak selalu tersedia untuk beberapa risiko tertentu. Selain itu, mengevaluasi dampak severity (kerusakan) seringkali cukup sulit untuk asset immateriil. Dampak adalah efek biaya, waktu dan kualitas yang dihasilkan suatu resiko.
Dampak
|
Biaya
|
Waktu
|
Kualitas
|
Sangat rendah
|
Dana mencukupi
|
Agak menyimpang dari target
|
Kualitas agak berkurang namun masih dapat digunakan
|
Rendah
|
Membutuhkan dana tambahan
|
Agak menyimpang dari target
|
Gagal untuk memenuhi janji pada stakeholder
|
Sedang
|
Membutuhkan dana tambahan
|
Penundaan berdampak terhadap stakeholder
|
Beberapa fungsi tidak dapat dimanfaatkan
|
Tinggi
|
Membutuhkan dana tambahan yang signifikan
|
Gagal memenuhi deadline
|
Gagal untuk memenuhi kebutuhan banyak stakeholder
|
Sangat tinggi
|
Membutuhkan dana tambahan yang substansial
|
Penundaan merusak proyek
|
Proyek tidak efektif dan tidak berguna
|
Setelah mengetahui probabilitas dan dampak dari suatu resiko, maka kita dapat mengetahui potensi suatu resiko. Untuk mengukur bobot resiko kita dapat menggunakan skala dari 1 – 5 sebagai berikut :
Skala
|
Probabilitas
|
Dampak
|
Sangat rendah
|
Hampir tidak mungkin terjadi
|
Dampak kecil
|
Rendah
|
Kadang terjadi
|
Dampak kecill pada biaya, waktu dan kualitas
|
Sedang
|
Mungkin tidak terjadi
|
Dampak sedang pada biaya, waktu dan kualitas
|
Tinggi
|
Sangat mungkin terjadi
|
Dampak substansial pada biaya, waktu dan kualitas
|
Sangat tinggi
|
Hampir pasti terjadi
|
Mengancam kesuksesan proyek
|
Setelah resiko yang dapat mempengaruhi pengembangan teridentifikasi maka diperlukan cara untuk menentukan tingkat kepentingan dari masing-masing resiko. Beberapa resiko secara relatif tidak terlalu fatal (misal resiko keterlambatan penyerahan dokumentasi) sedangkan beberapa resiko lainnya berdampak besar. (misal resiko keterlambatan penyerahan software). Beberapa resiko sering terjadi (salah satu anggota tim sakit sehingga tidak bisa bekerja selama beberapa hari). Sementara itu resiko lainnya jarang terjadi (misal kerusakan perangkat keras yang dapat mengakibatkan sebagian program hilang).
Pengelolaan Resiko
Terdapat beberapa cara untuk mengelola resiko yaitu sebagai berikut :
1. Risk Avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya, maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas
2. Risk Reduction
Risk reduction atau disebut juga risk mitigation yaitu merupakan metode yang mengurangi kemungkinan terjadinya suatu resiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu resiko.
3. Risk Transfer
Yaitu memindahkan resiko pada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak (asuransi) maupun hedging.
4. Risk Deferral
Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil.
5. Risk Retention
Walaupun resiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya, namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas.
Penanganan resiko:
- High probability, high impact: resiko jenis ini umumnya dihindari ataupun ditransfer.
- Low probability, high impact: respon paling tepat untuk tipe resiko ini adalah dihindari. Dan jika masih terjadi, maka lakukan mitigasi resiko serta kembangkan contingency plan.
- High probability, low impact: mitigasi resiko dan kembangkan contingency plan.
- Low probability, low impact: efek dari resiko ini dapat dikurangi, namun biayanya dapat saja melebihi dampak yang dihasilkan. Dalam kasus ini mungkin lebih baik untuk menerima efek dari resiko tersebut.
Contigency plan
Untuk resiko yang mungkin terjadi maka perlu dipersiapkan contingency plan seandainya benar-benar terjadi. Contigency plan haruslah sesuai dengan proposional terhadap dampak resiko tersebut. Dalam banyak kasus seringkali lebih efisien untuk mengalokasikan sejumlah sumber daya untuk mengurangi resiko dibandingkan mengembangkan contingency plan yang jika diimplementasikan akan lebih mahal. Namun beberapa skenario memang membutuhkan full contingency plan, tergantung pada proyeknya. Namun jangan sampai tertukar antaracontingency planning dengan re-planning normal yang memang dibutuhkan karena adanya perubahan dalam proyek yang berjalan.
Tabel resiko proyek software dan strategi mengurangi resiko :
Resiko
|
Teknik mengurangi resiko
|
Kegagalan pada personil
|
· Memperkerjakan staf yang handal
· Job matching
· Membangun tim
· Mengadakan pelatihan dan peningkatan karir
· Membuat jadwal lebih awal bagi personil utama
|
Estimasi biaya dan waktu yang tidak realistis
|
· Membuat beberapa estimasi
· Desain untuk biaya
· Meningkatkan pengembangan
· Merekam dan menganalisa proyek sebelumnya
· Standarisasi metode
|
Mengembangkan fungsi software yang salah
|
· Evaluasi proyek ditingkatkan
· Buat metode spesifikasi yang formal
· Survey pengguna
· Buat prototype
· Buat user manual lebih awal
|
Mengembangkan antarmuka pengguna yang salah
|
· Membuat prototype
· Analisis tugas
· Keterlibatan pengguna
|
Gold plating
|
· Mengurangi kebutuhan
· Membuat prototype
· Analisis biaya manfaat
· Desain biaya
|
Terlambat untuk mengubah kebutuhan
|
· Mengubah prosedur kendali
· Membatasi perubahan yang terlalu banyak
· Meningkatkan prototype
· Meningkatkan pengembangan (akibat perubahan)
|
Kegagalan pada komponen yang disuplai pihak eksternal
|
· Melakukan benchmarking
· Inspeksi
· Spesifikasi formal
· Kontrak perjanjian
· Prosedur dan sertifikasi jaminan kualitas
|
Kegagalan menjalankan tugas eksternal
|
· Prosedur jaminan kualitas
· Desain / prototype yang kompetitif
· Membangun tim
· Kontrak insentif
|
Kegagalan kinerja real-time
|
· Simulasi
· Benchmarking
· Prototipe
· Tuning
· Analisis teknis
|
Pengembangnya terlalu sulit secara teknis
|
· Analisa teknis
· Analisis biaya manfaat
· Prototipe
· Melatih dan mengembangkan staf
|
Daftar Resiko
No
|
Rank
|
Risk
|
Category
|
Root
Cause
|
Risk
Owner
|
Status
|
R5
|
1
|
Server rusak
|
Resiko Teknologi
|
Server
|
Stakeholder
|
Active
|
R1
|
2
|
Dokumentasi yang tidak mendetail
|
Struktur/Proses risiko
|
Developer
|
Developer
|
Active
|
R3
|
3
|
Waktu pengerjaan yang lebih lama dibandingkan dengan rencana pengerjaan
|
Struktur/Proses risiko
|
Developer
|
Developer
|
Active
|
Mitigasi
No
|
Risk
|
Risiko
|
Anti-Risk
|
1
|
Risk 1
|
Dokumentasi yang tidak mendetail
|
- Melakukan penggalian kebutuhan secara maksimal
- Analisis scope lebih diperdalam
- Melakukan pengecekan dokumen secara berkala
|
2
|
Risk 2
|
Waktu pengerjaan yang lebih lama dibandingkan dengan rencana pengerjaan
|
- Pengecekan milestone secara teratur sesuai dengantimelinenya
- Peningkatan otoritas project manager
- Peningkatan frekuensi pemantauan project
- Pemilihan project manager yang paling berpengalaman
- Meningkatkan komunikasi dan pemahaman project goals
- Peningkatan penanganan masalah dan komunikasi antar
|
3
|
Risk 3
|
Server tidak kuat menangani banyak pengguna
|
- Memperkirakan jumlah pengguna yang akan mengakses
- Melakukan proses dengan beberapa server replikasi sehingga operasi tidak dilakukan oleh satu server saja
|
4
|
Risk 4
|
Desain UI yang kurang user-friendly
|
- Melakukan evaluasi secara berkala ke stakeholder
- Sistem Analyst mengecek secara berkala sudahkah sesuai atau mdah digunakan oleh stakeholder
|
5
|
Risk 5
|
Server rusak
|
- Back up data dari satu server ke server lain yang merupakan replikasi server utama
|
6
|
Risk 6
|
Developer sakit pada saat pengerjaan proyek
|
- Peningkatan otoritas project manager
- Pengaturan waktu seefektif mungkin
|

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon